Darimu, Untukku

Aku 

Abu 

Biru

Hitam

Putih

Merah 

Tidak ada yang terlahir sama 



Seseorang berkata padaku bahwasanya, kita tidak akan pernah mengerti sebelum merasakannya sendiri. 


Begitu banyak alfa, dan begitu banyak beta. 

Aku tahu, tidak ada yang salah dengan rasa

Hanya saja, Kita, bahkan Aku, masih menolak kata hati. 


Mendengar kamu pernah di sakiti begitu saja olehnya, membuatku ingin menyembuhkan lukamu itu. 

Bodohnya aku, berusaha menyembuhkan mu tetapi lukaku saja tidak aku urus. Bukan sembuh, semakin terluka. Dasar bodoh. 


Merawat lukamu bagiku cukup, entah betapa bodohnya aku saat itu. Aku hanya ingin mencintai dengan sederhana, tanpa koma atau pun jeda. 

Saat kamu meminta agar aku tidak mencintaimu dengan caraku, saat itulah aku sadar, cinta yang dipaksakan tidak baik. 


Hanya berkirim kabar saja, sudah cukup katamu. Ya, aku pasti bisa. Satu, dua, tiga bulan dan begitu terus, jatuh cinta itu biasa saja. 


Realita mengajarkanku, supaya tahu diri untuk mencintai seseorang. 

Realita mengajarkanku, tidak hanya jatuh cinta tetapi ada juga bangun cinta; meredakan rasa dengan akal sehat. 


Dengan begitu, aku tidak terlalu sakit.


Cinta itu tidak pergi, melainkan ada dalam diriku. 


Selamat menjalani kehidupan yang baru, seyogyanya suatu saat bertemu lagi, kita sudah jauh lebih pantas dan baik. 


JANGAN BANYAK BERHARAP, ucapku tegas. 


Komentar