Postingan

Tentang cerita pendek

Aku, suka duduk di batu karang tepi pantai.  Melihat laut yang luas dan suara debur ombak yang berirama.  Sangat tenang.  ---- Pada malam itu, aku bermimpi sedang duduk sendirian di tepi pantai, bersandar pada batu karang, dan tetiba aku dipeluk perempuan tanpa ku tahu siapa, dia menangis dalam diam. Memelukku begitu erat, seakan enggan melepaskan.  Saat itu aku baru tujuh belas tahun.  ---- Sekarang, aku mengerti siapa perempuan yang menangis dalam diam, dia adalah aku sendiri saat dewasa. Apa kamu tahu hal yang menyakitkan dari patah hati?  Jawabku, harapan. Cerita pendek yang ku persembahkan untuk seseorang yang sedang tidak baik-baik saja; terkadang perlu untuk tidak baik-baik saja agar semua orang tahu, kamu tidak perlu tahan banting, lakukan apa yang baik, lanjutkan hidup sendiri.  Semesta memberkati kita semua dengan hal baik🌻🌻

Aku, pembohong

Aku lihat pria dewasa dalam dirimu, yang membuatku merasa aman dan nyaman.  Aku lihat pria dewasa dalam dirimu, yang mencintaiku seperti ayah dan ibu.  Aku takut, terkadang perkataanku atau perbuatanku akan membuatmu kecewa dan memilih pergi. Tidak sanggup untuk membayangkan.  Aku mencintaimu begitu saja Tanpa koma atau titik Aku selalu ingin tampak sempurna di matamu Tetapi nyatanya akulah pembohong tak tahu diri.  Mengharap dirimu, namun masih memikirkan hal lainnya.  Aku pembohong jika berkata aku tidak mencintaimu.  Aku pembohong jika aku tidak pernah menyakitimu Sungguh, maafkan  Aku tidak bisa berucap di hadapanmu Maafkan segala hal yang telah aku perbuat. 

Kisah laut

Aku ingin pergi Kemana dan dimana saja, ke tempat yang jauh Tidak ada yang mengenali.  Aku ingin pergi menuju laut tak terbatas,  Pergi menuju tempat yang hanya ada aku sendirian.  ---- Apa kamu tahu dalamnya dasar laut?  Apakah gelap?  Apakah penuh sesak?  Apakah penuh dengan kekecewaan?  Apakah penuh rasa sesal?  Entahlah.  Apakah kamu tahu betapa sesaknya hidup?  Betapa sakitnya hati saat usahamu tidak di hargai?  Betapa beratnya untuk menghadapi hari-hari yang melelahkan?  ---- Apabila suatu hari aku pergi, temukan aku di lautan lepas dan bebas.  Tetapi, tidak akan lagi kamu temui aku yang dulu. Berhentilah, memintaku menetap sebab tidak ada yang abadi, sekalipun aku menetap, akulah abu.  Tidak ada seorang pun yang bisa mendeskripsikan aku, seperti laut yang luas tak berujung.  Tidak ada yang bisa melihat dasar laut seperti apa dan bagaimana, sekalipun kamu penyelam handal.  ---- Aku suka laut dan ombak,...

Merayakan perpisahan

Merayakan perpisahan terbaik kali ini, menghabiskan waktuku seorang diri, menikmati aneka kudapan makanan pedas dan minuman manis, semoga lambungku baik-baik saja.  Seorang diri, duduk dibangku taman kota.  Merayakan perpisahan kali ini, aku sendirian lagi.  Takdir memang kejam, tapi begitulah cara semesta menyeleksi. Merayakan perpisahan kali ini, tidak begitu sakit, hanya sedikit berbeda. Aku menangis tetapi tidak terlalu lama.  Aku kecewa? Aku sedih? Aku sakit hati? Entah. Sudah aku bunuh segala rasa sakit di hati, sejak hari itu, tidak perlu tahu kapan, aku sendiri pun sudah lupa.  Merayakan perpisahan, seperti menonton drama, lucu sekali hidup ini.  Biar menetap yang seharusnya tetap,  Biar pula hanya jadi cerita dan kenangan.  Merayakan perpisahan, bersama rintik hujan mulai deras, bohong aku tidak menangis.  Terima kasih hujan sudi menerima tangisku, tanpa perlu meminta penjelasan apapun, hujan tetap angkuhnya semakin deras.  Sela...

Kamu jangan sampai sakit

Aku sadar, semua lagu itu bukan untukku.  Beruntungnya perempuan itu, batinku.  Ya, walaupun kami berdua memutuskan bersama, saling berbagi segala hal.  Selalu ada sisi lain darimu, yang tersembunyi.  Bolehkah aku memasuki yang "tersembunyi" itu? Merobohkan dinding yang sengaja kamu bangun dengan susah payah.  Bagaimana bisa berucap cinta tapi hati masih ingin yang lain, bahkan yang dari masa lalu.  — Aku menyesap kopi hitam buatanmu, sambil terus memandangi wajahmu, sangat tampan.  Apalah arti cinta yang sesungguhnya?  Sekali lagi, naif sekali diriku Mengumpat diri sendiri, sepertinya hobi baruku.  Mengerti kamu pernah tersakiti seperti itu,  Ditinggalkan begitu saja,  Berlaku seenak udelnya, mencampakkan dan pergi.  Kamu jangan sampai sakit, ucapku.  Dan kamu menatap ke arahku, tersenyum tipis.  Ya, kamu jangan sampai sakit.  Aku akan berusaha merawatmu,  Walau aku kuwalahan, aku akan berusaha Semampuku da...

Sederhana

Jatuh cinta kepadamu bukanlah sebuah kesalahan. Aku tegaskan, aku mencintaimu begitu sederhana, bolehkah sebentar saja aku sandarkan segala kecewaku kepadamu saja?  Lima tahun kita berdua bukanlah hal yang mudah, tidak juga gampang. Begitu banyak beta dan begitu banyak alfa.  Bisakah, sebentar saja izinkan aku menatap mata sendu milikmu, agar aku bisa lebih tenang?  Bisakah, sebentar saja aku lihat senyumanmu yang teduh, agar aku bisa lebih kuat menjalani hidup?  Untukmu, aku bertahan sejauh apapun kamu pergi. Aku pasti akan mengikuti. Kemana saja.  Ada hal yang paling aku benci, selalu ada badai saat hujan datang. Tetapi, kamu bilang, setelah akan datang hari yang cerah. 

Bagian ketiga

Aku, Desisil Ambarwati. Dua puluh tiga Desember usiaku bertambah menjadi dua puluh enam tahun. Saat itulah, semua orang akan bertanya, kapan aku menikah?. Hmm, tiap bertambah usia, selalu diberikan pertanyaan yang sama.  Menikah itu pilihan, batinku.  Selama ini juga aku masih terus berusaha melupakan kejadian lima tahun yang lalu, bersama Sigi Winara.  2017  Aku bertemu dengannya tidak sengaja, di salah satu konser band metal di Jogjakarta. Ya, kami hanya sekadar, ku fikir hanya kebetulan saja.  Malam itu Jogjakarta sedang hangat, beberapa band sudah tampil dan tibalah guest star tampil, yupsss penampilan salah satu band favoritku.  Jika aku sedang banyak fikiran ingin sekali pergi jauh dari rumah. Seperti sekarang.  Jogjakarta, kota pelarian ku.  Hai, aku Sigi.  Ya, Hai, Aku Desisil.   Hanya berkenalan, sambil menyeduh kopi hitam. Suara hingar bingar musik dan sedikit suasana jogjakarta yang lebih hangat.  Tiga hari berlalu, aku p...