Merayakan perpisahan

Merayakan perpisahan terbaik kali ini, menghabiskan waktuku seorang diri, menikmati aneka kudapan makanan pedas dan minuman manis, semoga lambungku baik-baik saja. 
Seorang diri, duduk dibangku taman kota. 

Merayakan perpisahan kali ini, aku sendirian lagi. 
Takdir memang kejam, tapi begitulah cara semesta menyeleksi.

Merayakan perpisahan kali ini, tidak begitu sakit, hanya sedikit berbeda. Aku menangis tetapi tidak terlalu lama. 
Aku kecewa?
Aku sedih?
Aku sakit hati? Entah. Sudah aku bunuh segala rasa sakit di hati, sejak hari itu, tidak perlu tahu kapan, aku sendiri pun sudah lupa. 

Merayakan perpisahan, seperti menonton drama, lucu sekali hidup ini. 
Biar menetap yang seharusnya tetap, 
Biar pula hanya jadi cerita dan kenangan. 

Merayakan perpisahan, bersama rintik hujan mulai deras, bohong aku tidak menangis. 
Terima kasih hujan sudi menerima tangisku, tanpa perlu meminta penjelasan apapun, hujan tetap angkuhnya semakin deras. 

Selamat berpisah di persimpangan jalan yang sunyi dan sepi. 
Jangan menoleh ke arahku
sebab aku telah pergi menuju sepi yang paling berisik. 
Aku pergi menuju sunyi yang paling senyap.
Tidak akan pernah kembali. 


rda

Komentar